Sinkronisasi Business Cycle

28 Apr

Pergerakan business cycle ke arah yang sama antar dua negara atau lebih menunjukkan bahwa business cycle negara-negara tersebut telah tersinkronisasi. Sinkronisasi business cycle menjadi hal yang penting karena  meningkatnya output co-movement akan mengurangi biaya pembentukan OCA suatu kawasan dikarenakan berkurangnya guncangan asimetri.

Secara teori, co-movement business cycle bisa bersumber dari 3 aspek. Pertama, guncangan spesifik pada suatu negara yang dengan cepat ditransmisikan ke negara lain. Kedua, guncangan eksternal yang berakibat sama ke semua negara. Ketiga, guncangan spesifik pada sektor ekonomi yang sama pada negara yang berbeda (Chan dan Lau, 2004). Adanya perbedaan business cycle antar negara dapat terjadi karena berbagai alasan. Setiap negara bisa mengalami efek atau respon yang berbeda meskipun mengalami guncangan yang sama. Sebagai contoh, perbedaan reaksi kebijakan yang dibuat untuk guncangan yang sama atau adanya perbedaan terhadap komposisi output nasional (Jong, et al., 2006).

Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi sinkronisasi business cycle, dimana intensitas perdagangan merupakan faktor yang paling menonjol. Secara teori, intensitas perdagangan memiliki efek yang ambigu terhadap output co-movement. Pertama, semakin intensifnya hubungan perdagangan antar negara akan meningkatkan ekspor dan impor dari business cycle karena adanya fluktuasi permintaan, hal ini terjadi akibat meningkatnya pendapatan suatu negara sehingga permintaan barang dari luar negeri pun meningkat. Kedua, teori perdagangan memperkirakan oppeness trade akan meningkatkan spesialisasi dalam berproduksi dan pattern dari perdagangan inter industri dalam perdagangan internasional. Jika business cycle didominasi oleh guncangan industri yang spesifik, perdagangan akan menyebabkan spesialisasi sehingga mengurangi korelasi business cycle. Bagaimanapun, jika perdagangan didominasi oleh perdagangan intra industri maka apabila terjadi guncangan industri yang spesifik akan membuat business cycle menjadi lebih simetri (Jong, et al., 2006).

Integrasi keuangan juga dapat mempengaruhi sinkronisasi business cycle. Integrasi keuangan dapat menghasilkan derajat sinkronisasi business cycle yang lebih tinggi yang disebabkan oleh efek dari sisi permintaan. Contagion effect yang diteruskan melalui integrasi keuangan juga dapat meningkatkan efek spill-over antar negara dikarenakan fluktuasi makroekonomi. Integrasi keuangan dapat menstimulasi spesialisasi dalam berproduksi melalui re-alokasi modal, konsisten dengan kemampuan komparatif negara-negara tersebut. Spesialisasi dalam berproduksi, yang dapat mengakibatkan terjadinya guncangan industri spesifik suatu negara, akan mengurangi sinkronisasi business cycle (Jong, et al., 2006).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: