ASEAN+3

28 Apr

Keberhasilan Uni Eropa membentuk satu pasar tunggal mengilhami ASEAN untuk melakukan hal yang sama. Pada KTT ASEAN Oktober 2002 di Kamboja, PM Singapura Goh Cok Tong mengusulkan agar di tahun 2020 dibentuk apa yang disebutnya sebagai pasar tunggal ASEAN mencontoh keberhasilan pembentukan pasar tunggal Eropa yang diberlakukan di kawasan Uni Eropa. Usulan ini langsung mendapat dukungan penuh dari PM Thailand Thaksin Shinawatra dan PM Malaysia Mahathir Mohammad. Ide ini akhirnya terwujud dengan ditandatanganinya Bali Concorde II pada tanggal 7 Oktober 2003, yang menyepakati terbentuknya ASEAN Community pada tahun 2020 dengan tiga pilar utama yaitu ASEAN Security Community, ASEAN Economic Community dan ASEAN Socio-Culture Community (Achsani, 2008).

Penyatuan ASEAN ke dalam ASEAN Community ini tentunya akan membawa dampak yang luar biasa besar, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dalam segala aspek kehidupan lainnya. Dari sisi ekonomi misalnya, penyatuan ini akan menciptakan pasar yang mencakup wilayah seluas 4,5 juta km2 dengan populasi sekitar 500 juta jiwa (jumlah yang setara dengan UE saat ini), total perdagangan lebih dari 720 milyar dollar per tahun serta produk domestik bruto (PDB) lebih dari737 milyar dollar. Sebagai gambaran, kesepakatan perdagangan bebas ASEAN mampu meningkatkan perdagangan intra ASEAN dari 43,26 milyar dollar pada tahun 1993 menjadi 80 milyar dollar pada tahun 1996, atau dengan rata-rata pertumbuhan 28,3 persen per tahun. Share perdagangan intra ASEAN terhadap total perdagangan juga meningkat dari 20 menjadi 25 persen. Penyatuan ASEAN ke dalam pasar tunggal diyakini akan memberikan dampak sangat besar (Achsani, 2008).

Semakin meningkatnya pertumbuhan perekonomian global membuat negara-negara ASIA perlu untuk membentuk mega-region atau suatu kawasan kerjasama yang besar seperti yang terjadi di Eropa dengan European Union dan Amerika melalui NAFTA. Perkembangan perekonomian Asia tidak terlepas dari peran negara-negara besar di kawasan Asia Timur, seperti Jepang, RRC dan Korea Selatan. Oleh sebab itu Presiden JETRO Jepang, Osamu Watanabe, mengusulkan agar kerjasama ekonomi ini tidak hanya meliputi negara-negara ASEAN tetapi ditambah dengan tiga negara besar di kawasan Asia Timur yaitu Jepang, RRC, dan Korsel, sehingga dikenal dengan sebutan ASEAN+3. Kerjasama ASEAN+3 diharapkan dapat memperkuat ASEAN sebagai suatu kelompok kawasan dan dapat memperkuat posisi tawar di tingkat internasional, juga diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi terbentuknya EAFTA (East Asian Free Trade Area). Tujuan dari dibentuknya ASEAN+3 adalah untuk memperkuat proses konsolidasi politik dan ekonomi tingkat tinggi di Asia Timur dan ASEAN, yang mencakup kerjasama ekonomi, keuangan, pembangunan sosial, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan dan informasi, dan kerjasama internasional lainnya. Cita-cita dari ASEAN+3 pada akhirnya adalah untuk membentuk suatu pasar tunggal seperti yang telah terjadi di Eropa. Dimana salah satu syarat untuk mencapai integrasi ekonomi tersebut adalah dengan semakin tersinkronisasinya business cycle negara-negara tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: